Si Bule – teman baru Della Puussspita
Masih ingat cerita tentang si kucing hitam della puuuspita? yah, semakin hari della semakin tumbuh besar dengan perut buncitnya karena doyan makan apa saja yg disuguhkan mulai dari ikan asin sampai nasi campur garam pun dilumat habis hampir setiap hari pagi dan malam. akhirnya kami menhulukinya “si gendut”.
Kemarin pagi saat si gendut menikamti nasi goreng campur ikan asin, tiba-tiba terdengar suara ngeooong… dari arah luar pagar rumah. suara itu tampaknya membuat si gendut frustrasi karena mungkin berpikir akan ada kucing lain yang mencuri sarapan paginya.
Lelap…
Tidak terasa saat ini tepat 5 menit menjelang tengah malam. Itu artinya 5 menit lagi hari sudah berganti. Saya meregangkan otot tangan dan pinggang yang sejak pagi lebih banyak aktivitas duduk di depan laptop mirip si tukul haha.. bukan apa-apa, banyak kerjaan yang harus saya selesaikan minggu ini dan hampir semua mengharuskan saya untuk betah berlama-lama di depan laptop usang saya.
Yah..namanya “Della Puuusss’pita”


penghuni baru
Kucing kecil mungil berwarna hitam legam yang tersesat di belakang rumah. Ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama si anak kucing ini sengaja dibuang induknya dan ditinggalkan begitu saja atau kedua, si anak kucing ini tersesat tidak bisa kembali ke tempat induknya berada.
Entah yang mana pun alasannya, saya coba untuk memungut dan memeliharanya karena kebetulan dirumah sudah tidak ada binatang. peliharaan sejak si kucing gendut kami menghilang dari rumah enam bulan lalu. Jadi ini adalah kucing kedua yang akan bermukim bersama di rumah kami. Dari keadaan terakhir yang saya lihat, si anak kucing ini sepertinya baru berumur sekitar 2 minggu, dilihat dari cara berjalan, masih susah makan, dan bulunya yang sangat halus dan kurang lebat.
Pesta dan Paradigma dalam Kerja
Semalam saya baru pulang dari sebuah hajatan resepsi sahabat saat SMU dulu. Ditengah keramaian para tetamu undangan, saya bertemu dan bertegur sapa dengan beberapa kawan lama yang untungnya masih mengenali saya dengan baik. Mulailah kami bercerita satu sama lain tentang seputar diri, keluarga dan pekerjaan.
Pembicaraan yang sungguh bisa ditebak sebelumnya namun masih terdengar layak untuk dibicarakan. Muncul pertanyaan seputar sudah nikah blum? punya anak berapa? dulu lanjut kuliah dimana? sekarang tinggal dimana? kerja apa? uups! kerja? apa ga salah pertanyaan tuh? ya ga salah donk.. masalah pekerjaan selalu menjadi pertanyaan klasik disaat pesta “reuni” semacam ini. Selalu saja orang ingin tahu orang lain sampai ke hal-hal yang mungkin menjadi sangat pribadi untuk di share.