Arsip Kategori: Trading Room

BaliFX resmi menjadi Instaforex Partner

Website Resmi BaliFX

Setelah 4 (empat) tahun hadir dalam dunia edukasi trading (2008), tahun ini (2012) BaliFX akhirnya resmi menjadi Introducing Partner dari Instaforex Companies Groups (instaforex.com). Hal ini ditandai dengan launching  peluncuran desain terbaru BaliFX (www.balifx.com) yang mengadopsi warna dan berita dari Instaforex news.

Misi BaliFX masih tetap sama yaitu menyediakan edukasi trading online secara gratis bagi masyarakat guna menunjang penghasilan dari internet (rumah). Semangat ini disertai dengan agenda pelatihan secara mandiri di beberapa tempat di Bali (Kuta, Jimbaran dan Nusa Dua). Selain edukasi gratis, BaliFX juga memberikan fasilitas gratis lainnya berupa pelayanan deposit dan penarikan dana tanpa komisi (free of charge) melalui bank lokal bagi para member sehingga sangat mudah dan cepat dalam transaksi.

Edukasi gratis di wilayah Bali selatan ini dengan beberapa syarat diantaranya: (1) memiliki komputer/laptop/netbook yang sudah terhubung internet/modem, (2) durasi pertemuan @2 jam, (3) lokasi sesuai kesepakatan, dan (4) bersedia deposit account live minimal $25 setelah selesai pelatihan. Materi yang diberikan adalah dasar-dasar trading dan analisa pergerakan harga langsung praktek dan pasti bisa (tanpa perlu pengalaman trading sebelumnya).

Anda berminat? silahkan isi data dibawah ini dan petugas akan menghubungi Anda.

Pandangan Negatif tentang Forex Trading

trading room..

Hari ini kembali saya menjalankan tugas sebagai pengawas ujian akhir semester (UAS) di prodi administrasi bisnis PNB. Kali ini saya kebagian 2 (dua) sesi ujian kelas bahasa indonesia dan agama. Mahasiswa tampaknya agak tegang gundah mengingat hari ini masih hari ke-2 dari 7 hari ujian ke depan, atau karena mereka terlalu lelah belajar sampai larut malam sehingga hanya menyisakan tenaga untuk menjawab soal  seadanya.

Tiba waktunya istirahat makan siang di sudut kantin B kampus PNB bukit jimbaran, saya mengajak seorang rekan sejawat dosen supaya bisa diajak sebagai teman ngobrol di kantin yang cukup ramai dengan mahasiswa dan para pegawai. Menu makan siang kali ini cukup sederhana yakni nasi campur plus es teh manis, mengingat tersisa waktu 15 menit sebelum sesi ujian dimulai lagi pukul 12.15 wita.

Perbincangan ringan pun dimulai, dari persoalan menu makan siang kita, seputar hobi kita yang agak mirip sama, akhirnya sampai juga diskusi yang agak serius berat yakni tentang model investasi yang paling menguntungkan tahun ini.

Di tahun shio kelinci ini, Investasi apa yang paling menguntungkan? yang paling besar untungnya? yang perlu modal kecil/tanpa modal? emang ada ya.. jual/beli tanah lahan properti tidak ada modal, beli emas yang lagi mahal-mahalnya dan lagi modal kurang, apa ya..

Sesuai dengan hukum investasi yang saya baca “high gain high return“, dimana jika kita berharap akan keuntungan yang besar maka sejalan dengan resiko yang siap kita tanggung. Model investasi yang memerlukan modal kecil, dapat dilakukan secara online dimana saja 24 jam sehari, dengan tingkat keuntungan besar antara 5% – 25% sebulan (mahir) dan bahkan lebih besar..saya langsung menyinggung forex trading. Rekan saya pun kaget dan berkomentar..wah, kalau forex saya tidak berani bisa cepat bangkrut nanti..katanya lirih.

Anggapan tentang forex trading yang membuat bangkrut investor tidaklah selamanya salah. Banyak cerita dari kolega, teman jauh bahkan tetangga depan rumah yang kapok enggan bertransaksi forex lagi lantaran mereka sudah pernah merugi puluhan hingga ratusan juta rupiah dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan. Kenyataan ini membuat banyak orang beranggapan forex trading adalah judi bukan sebuah transaksi perdagangan ataupun investasi.

Nah, anggapan yang menyatakan forex adalah judi inilah yang salah. Forex trading adalah mekanisme transaksi jual/beli perdagangan pasangan mata uang dengan analisa tertentu (teknikal/fundamental) untuk memprediksi pergerakan harga sehingga menghasilkan keuntungan yang optimal. Jelas bahwa transaksi yang terjadi bukan hanya soal tebak menebak harga mata uang, namun digunakan sebuah analisa dan mengenal untung/rugi seperti halnya jenis perdagangan pada umumnya.

Jika kemudian ada yang merugi dari transaksi forex, tentu bukan karena sedang kena apes salah tebak harga, namun lebih karena kurang pemahaman tentang analisa perdagangan forex (teknikal/fundamental). Metode analisa yang benar menjamin transaksi forex menguntungkan. Banyak trader (pelaku forex trading) yang mampu menganalisa dengan benar menghasilkan keuntungan puluhan hingga ratusan juta rupiah namun tidak pernah ter-ekspose muncul ke permukaan. Ini tentu akibat dari kenyataan “bad news is a good news“.

Benarkah forex trading hanya memerlukan modal kecil? Modal yang dibutuhkan sejati tidaklah besar, saat ini banyak broker asing menawarkan deposit mulai hanya denga $1 USD saja dan bahkan ada yang memberi gratis $5 jika ingin bergabung. Broker loka indonesia memang mensyaratkan trading dengan deposit minimal antara $3000 – $5000USD dan ini cukup besar bagi sebagian kalangan di Indonesia.

Benarkah forex trading dapat dilakukan 24 jam sehari? Pasar forex buka dalam 4 (empat) pasar perdagangan dunia yang memiliki alur waktu yang runtun (Tokyo, Sydney, London, New York) sehingga dimungkinkan buka sepanjang hari (24 jam) selama 5 hari (seminggu), sabtu dan minggu pasar tutup.

Tidak terasa waktu 15 menit pun berlalu, makan siang telah habis kami santap, kami tutup diskusi itu dengan kesimpulan bahwa untung/rugi adalah hal yang biasa dari setiap perdagangan termasuk forex trading. Sejalan dengan tingkat keuntungan yang diperoleh tentu resiko yang harus ditanggung akan lebih besar termasuk resiko kehilangan uang yang diinvestasikan. Kami pergi meninggalkan kantin B untuk kembali menjalankan tugas hari ini sebagai pengawas ujian, rekan saya pun berbisik..besok buatkan saya satu account ya..saya tertarik belajar analisa forex trading -red. (gis)

Tirtayatra AN-PNB 28-30/8-09

Hari minggu kemarin, 30 Agustus 2009, saya tidak di rumah tepat jam 6 pagi hari, dan melanjutkan tugas mengajar di stikom bali jam 8 pagi. Bukan apa-apa, kami (dosen jur.administrasi bisnis-PNB) selesai mengikuti kegiatan tirtayatra ke jawa (Pura Alas Purwo, Pura Pujon Malang, dan Pura Kertha Bumi Gresik) dari tgl. 18 s/d 30 Agustus 2009.

32 orang dosen ikut dalam kegiatan ini. Jauhnya jarak antar satu tempat dengan tempat lain membuat sebagian besar waktu habis dalam perjalanan (bus pariwisata-purnayasa group). Namun kesan di setiap pura yang kami kunjungi sungguh luar biasa.

PURA ALAS PURWO
Tanggal 28/8-09, Tepat jam 12.05 wita kami tiba di pelataran Pura Alas Purwo setelah menempuh setidaknya 45 menit perjalanan menembus hutan belantara dengan pohon-pohon menjulang tinggi. Hanya terdengar rintihan kecil suara daun ditiup angin malam di tengah kegelapan. Awalnya kami tidak percaya bahwa kami ternyata sudah sampai sebab tidak ada tanda-tanda penghuni pura (pemangku dll.). Setelah menelusuk ke dalam sebuah bangunan kecil, akhirnya kami menemui seorang pemangku pura, kami sempat tertegun dan heran, para pemangku selama ini tinggal di dalam hutan belantara sepi jauh dari pemukiman untuk mengabdi dan melayani umat se-dharma. Mesin Genset segera dihidupkan dan lampu pun menyala menerangi sekeliling pura alas purwo. Wow.. kami terkesima. Terbentang dihadapan kami keagungan sebuah pura berdiri megah dan kokoh diantara rimbun pepehonan hutan belantara. Dua candi bentar kas majapahit menjulang di bagian depan. Kami pun masuk dipandu oleh 2 orang pemangku ke halaman tengah pura. Kami pun memulai persembahyangan setelah sebelumnya menyiapkan perlengkapan. Sungguh luar biasa puja dipanjatkan di sebuah pura nan megah di dalam hutan belantara tepat jam 01.00 wita atau 00.00 wib. Setelah kurang lebih satu jam persembahyangan, kami pun mengakhiri dengan bersantap bersama ketupat lengkap ayam betutu dibawa dari bali. Tepat pukul 2.00 wib dini hari kami melanjutkan perjalanan ke Malang.

PURA PUJON MALANG
Tanggal 29/8-09, pagi jam 10.00 wita kami sampai di sebuah pura yang terletak di lereng pegunungan batu malang. Pura ini menjadi khas karena tepat betengger di lereng bukit dengan udara cukup dingin sempat membuat kaki saya kram kesemutan karena udara yang dingin itu. Ditempat ini juga, pemangku pura tinggal disebuah gubuk kecil di depan pelataran pura untuk melayani umat se-dharma bersembahyang. Pura ini sebagian besar dikunjungi oleh para mahasiswa asal bali yang kini kuliah di wialyah malang. Konon pura ini juga dibangun atas prakarsa beberapa orang mahasiswa. Yang membuat pura ini menjadi unik, menurut kami, adalah letaknya yang di atas bukit dengan pemandangan alam yang asri udara yang sejuk, terlihat hamparan pegunungan disekeliling dan kawasan pemukiman penduduk asli tepat dibawah bukit yang hampir seluruhnya muslim dengan 3 buah mesjid. Praktis persembahyangan kami awali dengan puja trisandhya pada siang itu terdengar sayup-sayup adzan berkumandang bersamaan yang mana sangat jarang terjadi di pura kawasan lainnya.

PURA KERTHA BUMI – GRESIK
Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Gresik Jawa Timur, pagi tanggal 30 Agustus 2009 tepat jam 7.00 wib dan tiba di gresik jam 10.00 wib. Setelah melewati daerah pemukiman padat penduduk di kota santri Gresik, bus kami pun terhenti karena sempitnya jalan yang harus dilalui menuju pura terakhir kami ini. Kami pun turun berjalan kaki melewati kawasan pemukiman penduduk menuju pura, layaknya sebuah karnaval budaya, dengan pakain adat bali, kami melintasi rumah demi rumah disaksikan warga yang antusias dan mungkin heran karena jarang melihat pemandangan ini (kami). Akhirnya tiba juga di halaman sebuah pura yang menurut kami cukup megah diantara pemukiman penduduk muslim. Hal yang diluar dugaan pun muncul, para pengempon pura sudah siap menyambut kedatangan kami yang tidak kami sangka. Mereka menyiapkan sarana persembahyangan dipandu oleh 3 orang pemangku pura setempat. Kami pun langsung melakukan persembahyangan di tempat ini. Setelah proses sembahyag selesai, kami menuju halaman depan pura, yang ajaib lagi sudah tersedia hidangan makan siang disuguhkan oleh pengempon pura dengan sukarela dan penuh kekrabatan. Kami pun bersantap siang, dengan sedikit pertanyaan dalam hati. Sejam pun terlewati dan makan siang pun selesai. Akhirnya tiba waktu ramah tamah dan pertanyaan dalam hati kami ungkapkan. Perlu diketahui Pura Kertha Bumi Gresik ini, seluruh pengempon atau warga pura adalah aseli suku madura, tidak satupun warga bali hindu yang ada disini. Dan yang paling unik disini adalah pakain sembahyang yang digunakan adalah pakaian adat madura serba hita dengan kaos garis merah di dada sungguh sangat berbeda nuansa dengan hindu bali kebanyakan. Bahasa yang dipakai mengantar pemujaan pun tidak lain bahasa madura. Satu hal lagi yang membuat kami tertegun adalah begitu banyak warga madura yang menjadi pengempon pura ini (kurang lebih 450 KK).

Hari sudah agak sore, kami pun melanjutkan perjalanan kembali ke Bali melewati pelabuhan ketapang-gilimanuk.

(dari Klinik Drg. Komang)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.